Tuesday, September 30, 2014

Tentang U-PVC

tag : kusen upvc pintu jendela rumah aluminium jati harga kunci panel contoh bahan bangunan cara merawat desain rumah minimalis design interior kantor gambar arsitek desainer bandung dijual mebel impor kursi expor kusen upvc aluminium bahan bangunan

U-PVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride)
Adalah suatu bahan yang terbuat dari plastik tetapi tidak mempunyai sifat plastik. Materialnya merupakan turunan dari plastik yang mengalami proses tertentu sehingga sifat plastiknya minimal. U-PVC memiliki kelebihan berbeda dibandingkan Kayu dan Aluminium.
Dibandingkan dengan kayu : U-PVC tahan rayap, tidak muai susut dan mudah perawatannya
Dibandingkan dengan Aluminium : U-PVC lebih kedap suara dan tahan bocor.
Semua jendela dan pintu U-PVC menggunakan sistem Double Sealed antara daun pintu dan kusen dengan menggunakan EPDM sehingga dapat meredam kebisingan suara.
Profil U-PVC diperkuat dengan Rangka Besi lapis Galvanis yang berguna untuk : menguatkan agar lebih rigid, berguna untuk instalasi ke tembok. Instalasi karet yang digunakan oleh pintu dan jendela U-PVC terbuat dari karet berbahan campuran antara karet dan plastik menjadikannya lebih tahan getas.
Sambungan jendela dan pintu U-PVC menggunakan teknik penyambungan Welding System yaitu : U-PVC dipanaskan s/d 250 derajat Celcius pada titik penyambungan sehingga menjadi lebih keras dibanding bagian yang tidak dilas

tag : kusen upvc pintu jendela rumah aluminium jati harga kunci panel contoh bahan bangunan cara merawat desain rumah minimalis design interior kantor gambar arsitek desainer bandung dijual mebel impor kursi expor
tag : kusen upvc pintu jendela rumah aluminium jati harga kunci panel contoh bahan bangunan cara merawat desain rumah minimalis design interior kantor gambar arsitek desainer bandung dijual mebel impor kursi expor

Sunday, September 28, 2014

CARA BISNIS ONLINE | DROPSHIP | DROPSHIPPING | DROPSHIPPER

CARA BISNIS ONLINE | DROPSHIP | DROPSHIPPING | DROPSHIPPER


Bagi yang baru memasuki dunia bisnis online mungkin masih bingung, mau berbinis apa. Kebanyakan orang tertarik ingin menjalankan bisnis online karena jargon yang menyebutkan bahwa bisnis online adalah bisnis rumahan, bisnis modal kecil atau bahkan tanpa modal, tidak capai… Benarkah seperti itu? Kalau benar bisa seperti itu cara bisnis online yang seperti apa?
Mari kita bahas disini.

1.       Bisnis Rumahan
Betul bisnis online bisa dilakukan di rumah. Karena pebisnis online memajang barang dagangannya di website jadi tidak memerlukan toko real, kecuali pebisnis online itu sekaligus memang punya toko offline juga. Mereka bermain di bisnis online mungkin hanya untuk promosi, meraih pembeli secara online

2.       Bisnis Modal Kecil
Rata-rata bisnis online memang membutuhkan modal yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan bisnis yang sama dijalankan secara offline. Salah satunya karena pebisnis online tidak perlu punya tempat berupa toko untuk memajang barang dagangannya yang tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tapi kalau dikatakan tanpa modal sama sekali saya tidak setuju. Minimal untuk berbisnis online anda harus punya akses internet kan? Ini merupakan salah satu biaya rutin yang harus anda keluarkan. Selain itu yang pasti anda harus siapkan adalah dana untuk biaya pulsa. Karena selain melalui email anda akan banyak berinteraksi dengan calon pembeli atau pelanggan melalui telepon, BBM, WhatsApp atau media chat yang lain.

3.       Tidak Capai
Kalau yang ini saya sama sekali tidak setuju. Karena walaupun bisnis online dikerjakan di rumah tetap saja membutuhkan kerja keras menjalankannya. Untuk bisa melek berjam-jam menghadapi komputer ditambah urusan follow up dengan pelanggan atau melayani pertanyaan calon pembeli dibutuhkan stamina dan kesabaran.

Nah sekarang pertanyaannya cara bisnis online seperti apa yang bisa dijalankan dari rumah, tidak butuh modal besar dan tapi bisa menghasilkan..?? Jawabannya mungkin akan banyak sekali. Tapi berdasarkan yang saya alami, saya baru bisa menghasilkan uang dari bisnis online dengan 2 cara. Dan 2 cara ini saya rasa cukup mudah, bisa dilakukan oleh semua orang asal ada niat dan tentunya…mau take action… masa mau dapet uang Cuma niat doang….hehehe

Cara bisnis online pertama adalah dengan Dropship / Dropshipping, cara kedua adalah menjadi broker/perantara. Dalam tulisan ini saya hanya akan membahas Dropshipping dulu. Broker insya Allah akan kita bahas dalam kesempatan lain.

Cara Bisnis Online Dropship Itu Seperti Apa Sih?


Cara Bisnis Online Dropship
Dropship adalah suatu cara penjualan yang mana penjual tidak perlu menyediakan stok barang jualannya. Ketika ia mendapat order dari calon pembeli, si penjual tinggal meneruskan detail dari order barang, alamat pembeli, pada pemilik barang sebenarnya. Jadi boleh dikatakan bahwa bisnis Dropshipping ini bisa dijalankan tanpa pebisnis online punya barang dagangan sendiri atau punya modal untuk pengadaan barang. Dropship sebetulnya hampir mirip dengan cara penjualan eceran. Hanya saja bedanya, si penjual eceran tidak harus menyimpan atau mempunyai barang secara fisik. Pengecer melakukan kerjasama dengan perorangan atau pengusaha grosir (wholesaler), dimana pengusaha grosir menjadi pemasok dari produk yang dijual pengecer. Semua permintaan produk dari pembeli langsung diteruskan ke pengusaha grosir. Nanti pengusaha grosir ini yang akan mengirimkan semua pesanan kepada pembeli dengan mencantumkan data pengecer (bisa nama, alamat, no telp tergantung kesepakatan antara pengecer dengan pengusaha grosir). Jadi calon pembeli tidak tahu bahwa ia bertransaksi secara online dengan orang yang sebenarnya tidak memiliki barang yang dijual sama sekali.

Yang perlu dilakukan seorang dropshipper atau pelaku  dropshipping hanya menyebarluaskan semua informasi produk yang dijualnya kepada calon pembeli. Dropshipper hanya perlu menawarkan produk saja. Ia tidak perlu menyetok produk sedikitpun.
Transaksi seperti ini hanya bisa terjadi di dunia maya. Unik kan…hehehe.

Jadi Keuntungan Menjalankan Cara Bisnis Online Dropship Adalah :


Minim modal. Kelebihan dari cara bisnis online dropship adalah modal yang dibutuhkan hanya sedikit. Tidak menyimpan barang secara langsung berarti pelaku dropshipping tidak perlu membeli dari pengusaha grosir. Ini tidak bisa dirasakan oleh pelaku reseller. Walaupun konsep bisnisnya mirip tapi pelaku reseller masih wajib memiliki modal guna membeli produk supaya bisa memiliki stok barang.

Praktis. Oleh karena tidak usah memiliki barang secara fisik, pelaku dropshipping tidak akan bersentuhan dengan perencanaan usaha yang sangat kompleks dan tentunya membutuhkan waktu dan tenaga. Pelaku Dropshipping tidak akan dipusingkan dengan masalah-masalah penyimpanan, packing/pengepakan, serta pengiriman barang.

Tidak ada biaya operasional. Pemilik bisnis tentu harus mengeluarkan biaya operasional supaya usahanya bisa berjalan, seperti biaya listrik, sewa tempat, gaji pegawai.  Ini tentunya tidak dialami oleh pelaku dropshipping.

“Anytime…anywhere”. Pelaku Dropshipping bisa menjalankan usahanya di mana saja dan kapan saja, selama sarana komunikasi tersedia. Komunikasi Dropshipper dengan pemasok serta pembeli  tetap bisa terjalin, walaupun Dropshipper sedang “mobile”.

Produk bisa beragam. Oleh karena tidak perlu membeli barang sebagai stok, pelaku Dropshipping dapat menawarkan beragam jenis produk pada pembeli. Dropshipper dapat membina hubungan bisnis dengan bermacam pengusaha grosir, walaupun jenis barang yang dijual para pengusaha grosir tersebut berbeda.

Hanya saja tidak bisa dipungkiri bahwa jika menjalankan bisnis cara dropship mempunyai beberapa kekurangan jika dibandingkan dengan bisnis online umumnya :

Keuntungan sedikit. Pelaku Dropshipping hanya akan mendapat untung yang relatif kecil dari penjualan sebuah barang. Karena pengusaha grosir juga ada yang memasarkan sebagian barangnya langsung ke pembeli.  Maka dropshipper tidak dapat memasang harga jual terlalu tinggi dari harga penjualan yang dipatok pengusaha grosir.

Info stok kurang update. Karena pelaku dropshipping tidak memiliki barang yang ditawarkannya, maka informasi ketersediaan barang tidak bisa secara intens dipantau. Terkadang ada barang yang ditawarkan  ternyata sudah lebih dulu terjual melalui dropshipper yang lain. Sinkronisasi data mengenai ketersediaan produk lambat. Jadi Dropshipper harus sering berkomunikasi dengan pengusaha grosir soal ketersediaan produk

Kesulitan menjual barang yang belum dilihat. Kendala teknis dropshipping timbul saat calon pembeli bertanya soal  detail atau spesifikasi produk. Banyak pelaku Dropshipping cuma tahu memasarkan, tidak cukup  tahu tentang barang yang dijualnya. Hal ini bisa disiasati dengan mencari tahu sebanyak mungkin tentang barang yang dijual kepada pemilik barang alias pengusaha grosir sebelum melakukan promosi.

“Tameng” bagi pemasok. Pelaku Dropshipping wajib bertanggung jawab pada kesalahan yang dibuat pihak grosir. Misalkan saat pihak grosir mengirim barang cacat, tidak sesuai pesanan pembeli atau terjadi keterlambatan pengiriman barang pada pembeli. Tentu Dropshipper adalah satu-satunya pihak yang bisa dihubungi pembeli. Kalau pembeli merasa tidak puas akan layanan pengusaha grosir, maka sudah pasti pihak dropshipper yang akan melayani keluhan pembeli.

Namun terlepas dari kelebihan dan kekurangan hal tersebut diatas pengalaman saya pribadi melakukan cara bisnis online dropship pun bisa memberikan hasil  yang lumayan, selama dilakukan dengan benar. Apalagi bagi pebisnis online pemula yang belum tahu banyak seluk-beluk dunia online, cara dropship cukup mudah dilakukan. Kuncinya hanya rajin promosi,  kuasai “product knowledge” sebaik mungkin serta kuasai cara melakukan closing dengan baik. Karena sering promosi sudah bagus, product knowledge bagus tapi cara closingnya jelek sehingga mengakibatkan gagal terjadinya pembelian.

Selamat mencoba dan tetap semangat!!!

#bisnis #bisnisonline #bisnisrumahan #bisnismodalkecil #carabisnisonline
#dropship #dropshipper #dropshipping  #dropshipagent